Leni
Vitria Wulandari Ravi – IB Keperawatan /32
Kanker Serviks Uteri
Kanker serviks
adalah salah satu tumor ganas yang paling sering dijumpai pada wanita, juga satu-satunya penyakit kanker yang dapat
ditemukan penyebabnya. Kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus
(HPV), virus ini dapat menyebar secara langsung dari kontak kulit, masa
inkubasinya bisa lebih dari sepuluh tahun, oleh karena itu distadium awal tidak
ada gejala apapun, kanker serviks dapat dicegah juga dapat dideteksi, dengan
melakukan skrining kanker serviks secara rutin dapat dengan efektif menghindari
menderita kanker serviks.
1.
Terkait dengan
erosi serviks :
Pada umumnya pasien kanker
serviks banyak yang berkaitan dengan erosi serviks, erosi serviks parah adalah
penyebab utama terjadinya canceration.
2.
Pendarahan
kontak :
pendarahan kontak adalah gejala kanker serviks yang paling menonjol,
sekitar 70%-80% pasien kanker serviks ada timbul gejala pendarahan vagina.
Kebanyakan terjadi setelah hubungan badan atau pada saat melakukan pemeriksaan
ginekologi atau terlalu memaksa pada waktu buang air besar, ada darah segar bercampur
dengan sekresi vagina (keputihan).
3.
Pendarahan
tidak teratur pada vagina :
Wanita usia lanjut yang telah
menopause bertahun-tahun, tiba-tiba “menstruasi” lagi tanpa sebab. Jumlah
pendarahan tidak banyak, juga tidak disertai dengan gejala sakit pada perut dan
pinggang, sangat mudah diabaikan. Sering adanya pendarahan tidak teratur pada
vagina ini adalah gejala dini kanker serviks, banyak pasien usia lanjut datang
berobat karena gejala ini, harus segera mendapatkan diagnosa dini kanker
serviks, melakukan pengobatan secara tepat waktu.
4.
Rasa sakit :
Perut bagian bawah atau daerah
lumbosakral sering terasa sakit, terkadang sakit timbul di perut bagian atas,
paha atas dan persendian panggul, setiap saat masa menstruasi, waktu buang air
besar atau hubungan badan, rasa sakit akan meningkat, terlebih pada saat
infeksi meluas mengarah ke belakang sepanjang ligamen uterosakral atau menyebar
sepanjang ligamen luas di bagian bawah, membentuk peradangan kronis jaringan
ikat parametrium, pada saat ligamen utama serviks menebal, rasa sakit akan
lebih berat. Setiap menyentuh serviks, secara langsung menimbulkan rasa sakit
di iliaka fosa, lumbosakral, bahkan ada pasien kanker serviks yang timbul
gejala mual.
5.
Peningkatan
sekresi vagina (keputihan) :
Dalam klinis sekitar 75%-85%
pasien kanker serviks mengalami peningkatan sekresi vagina dengan berbagai
tingkatan. Kebanyakan muncul peningkatan keputihan, belakangan kebanyakan
terkait dengan perubahan bau dan warna. Kanker serviks dikarenakan rangsangan
dari lesi kanker, fungsi sekretori dari kelenjar serviks meningkat, menimbulkan
keputihan seperti lendir. Keputihan abnormal semacam ini, termasuk jumlah yang
meningkat dan perubahan karakteristik, adalah gejala dini kanker serviks.
Ahli kanker serviks Rumah Sakit Modern Cancer Guangzhou mengingatkan
: Secara rutin melakukan skrining kanker serviks dapat membantu orang-orang
menghindari kanker serviks, apabila dideteksi menderita kanker serviks harus
segera datang ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan pengobatan.
Penyebab kanker serviks
Bagi para wanita
pengetahuan tentang Penyebab Kanker Serviks Pada Wanita sangatlah
penting, karena ini akan sangat berkaitan bagi kesehatan wanita. Kanker serviks
adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada
organ reproduksi wanita. Penyakit ini bisa di bilang ganas, karena berakibat
fatal yaitu kematian bahkan rata-rata kematian wanita yang disebabkan penyakit
ini juga cukup besar, jadi tak mengherankan kalau kanker serviks ini tak bisa
dipandang remeh.
Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala. Pada stadium lanjut sering memberikan gejala : perdarahan post coitus, keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairan abnormal (kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah).
Di bawah ini ada beberapa Penyebab Kanker Serviks Pada Wanita, antara lain :
Kanker leher rahim pada stadium awal tidak menunjukkan gejala yang khas, bahkan bisa tanpa gejala. Pada stadium lanjut sering memberikan gejala : perdarahan post coitus, keputihan abnormal, perdarahan sesudah mati haid (menopause) serta keluar cairan abnormal (kekuning-kuningan, berbau dan bercampur darah).
Di bawah ini ada beberapa Penyebab Kanker Serviks Pada Wanita, antara lain :
1.
HPV (Human Papilloma Virus):
HPV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan
terjadinya kutil pada daerah genital (kondiloma
akuminata), yang ditularkan melalui hubungan seksual. HPV sering diduga sebagai
penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim.
2.
Merokok: Tembakau dapat
menurunkan sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan
infeksi HPV pada serviks.
3.
Hubungan seksual pertama
dilakukan pada usia dini,
4.
Berganti-ganti pasangan
seksual,
5.
Gangguan sistem kekebalan
tubuh,
6.
Pemakaian pil KB,
7.
Infeksi herpes genitalis atau
infeksi klamidia menahun
Semoga informasi singkat tentang Penyebab
Kanker Serviks Pada Wanita di atas bermanfaat untuk seluruh wanita di
seluruh Indonesia. Tetaplah menjaga kebersihan diri sejak dini. Anda yang ingin
mengetahui Cara
Mengatasi Stress atau Penyebab
Kerontokan Pada Rambut, bisa membacanya di blog ini.
Penyebab Kanker
Serviks
Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.
Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat. Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini (melakukan hubungan intim pada usia <16 tahun bahkan dapat meningkatkan resiko 2x terkena kanker serviks). Faktor lain penyebab kanker serviks adalah adanya keturunan kanker, penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang sangat lama, terlalu sering melahirkan.
Ciri-Ciri Perempuan Menderita Kanker Serviks
Kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. Oleh karena itu, saat tahap awal perkembangannya akan sulit untuk di deteksi. Oleh karena itu di sarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya 2 tahun sekali, melakukan test IVA (inspeksi visual dengan asam asetat, dll. Meskipun sulit untuk di deteksi, namun ciri-ciri berikut bisa menjadi petunjuk terhadap perempuan apakah dirinya mengidap gejala kanker serviks atau tidak:
Saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti pleh adanya perdarahan.
Mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih
Sering merasakan sakit pada daerah pinggul.Mengalami sakit saat buang air kecil
Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih
Saat perempuan mengalami stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.
Pencegahan Kanker Serviks
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan kaum perempuan dalam hal mencegah kanker serviks agar tidak menimpa dirinya, antara lain:
1. Jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi
2. Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan
3. Hindari pembersihan bagian genital dengan air yang kotor
4.Jika anda perokok, segera hentikan kebiasaan buruk ini
5.Hindari berhubungan intim saat usia dini
6.Selalu setia kepada pasangan anda, jangan bergonta-ganti apalagi diikuti dengan hubungan intim.
7.Lakukan pemeriksaan pap smear minimal lakukan selama 2 tahun sekali, khususnya bagi yang telah aktif melakukan hubungan intim
8.Jika anda belum pernah melakukan hubungan intim, ada baiknya melakukan vaksinasi HPV
9.Perbanyaklah konsumsi makanan sayuran yang kandungan beta karotennya cukup banyak, konsumsi vitamin c dan e.
Meskipun demikian, jika anda sudah terdeteksi mengidap kanker serviks, maka ada beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan. Jika terdeteksi kanker serviks stadium awal, maka pengobatannya dilakukan dengan cara menghilangkan kanker serviks tersebut dengan cara dilakukan pembedahan, baik pembedahan laser, listrik atau dengan cara pembekuan dan membuang jaringan kanker serviks (cyrosurgery)
Untuk kasus kanker serviks stadium lanjut akan dilakukan pengobatan dengan cara kemoterapi serta radioterapi, namun jika sudah terdeteksi cukup parah, tiada lain kecuali dengan mengangkat rahim (histerektomi) secara menyeluruh agar kanker tidak berkembang.
Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab dari kanker serviks. Sedangkan penyebab banyak kematian pada kaum wanita adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Virus ini sangat mudah berpindah dan menyebar, tidak hanya melalui cairan, tapi juga bisa berpindah melalui sentuhan kulit. Selain itu, penggunaan wc umum yang sudah terkena virus HPV, dapat menjangkit seseorang yang menggunakannya jika tidak membersihkannya dengan baik.
Selain itu, kebiasaan hidup yang kurang baik juga bisa menyebabkan terjangkitnya kanker serviks ini. Seperti kebiasaan merokok, kurangnya asupan vitamin terutama vitamin c dan vitamin e serta kurangnya asupan asam folat. Kebiasaan buruk lainnya yang dapat menyebabkan kanker serviks adalah seringnya melakukan hubungan intim dengan berganti pasangan, melakukan hubungan intim dengan pria yang sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim pada usia dini (melakukan hubungan intim pada usia <16 tahun bahkan dapat meningkatkan resiko 2x terkena kanker serviks). Faktor lain penyebab kanker serviks adalah adanya keturunan kanker, penggunaan pil KB dalam jangka waktu yang sangat lama, terlalu sering melahirkan.
Ciri-Ciri Perempuan Menderita Kanker Serviks
Kanker serviks membutuhkan proses yang sangat panjang yaitu antara 10 hingga 20 tahun untuk menjadi sebuah penyakit kanker yang pada mulanya dari sebuah infeksi. Oleh karena itu, saat tahap awal perkembangannya akan sulit untuk di deteksi. Oleh karena itu di sarankan para perempuan untuk melakukan test pap smear setidaknya 2 tahun sekali, melakukan test IVA (inspeksi visual dengan asam asetat, dll. Meskipun sulit untuk di deteksi, namun ciri-ciri berikut bisa menjadi petunjuk terhadap perempuan apakah dirinya mengidap gejala kanker serviks atau tidak:
Saat berhubungan intim selaku merasakan sakit, bahkan sering diikuti pleh adanya perdarahan.
Mengalami keputihan yang tidak normal disertai dengan perdarahan dan jumlahnya berlebih
Sering merasakan sakit pada daerah pinggul.Mengalami sakit saat buang air kecil
Pada saat menstruasi, darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlebih
Saat perempuan mengalami stadium lanjut akan mengalami rasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan menjadi sangat berkurang, berat badan tidak stabil, susah untuk buang air kecil, mengalami perdarahan spontan.
Pencegahan Kanker Serviks
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan kaum perempuan dalam hal mencegah kanker serviks agar tidak menimpa dirinya, antara lain:
1. Jalani pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang cukup nutrisi dan bergizi
2. Selalu menjaga kesehatan tubuh dan sanitasi lingkungan
3. Hindari pembersihan bagian genital dengan air yang kotor
4.Jika anda perokok, segera hentikan kebiasaan buruk ini
5.Hindari berhubungan intim saat usia dini
6.Selalu setia kepada pasangan anda, jangan bergonta-ganti apalagi diikuti dengan hubungan intim.
7.Lakukan pemeriksaan pap smear minimal lakukan selama 2 tahun sekali, khususnya bagi yang telah aktif melakukan hubungan intim
8.Jika anda belum pernah melakukan hubungan intim, ada baiknya melakukan vaksinasi HPV
9.Perbanyaklah konsumsi makanan sayuran yang kandungan beta karotennya cukup banyak, konsumsi vitamin c dan e.
Meskipun demikian, jika anda sudah terdeteksi mengidap kanker serviks, maka ada beberapa metode pengobatan yang bisa dilakukan. Jika terdeteksi kanker serviks stadium awal, maka pengobatannya dilakukan dengan cara menghilangkan kanker serviks tersebut dengan cara dilakukan pembedahan, baik pembedahan laser, listrik atau dengan cara pembekuan dan membuang jaringan kanker serviks (cyrosurgery)
Untuk kasus kanker serviks stadium lanjut akan dilakukan pengobatan dengan cara kemoterapi serta radioterapi, namun jika sudah terdeteksi cukup parah, tiada lain kecuali dengan mengangkat rahim (histerektomi) secara menyeluruh agar kanker tidak berkembang.
Faktor Resiko Lainnya
Merokok: Wanita yang merokok berada dua kali lebih mungkin mendapat kanker serviks dibandingkan mereka yang tidak. Rokok mengandung banyak zat racun/kimia yang dapat menyebabkan kanker paru. Zat-zat berbahaya ini dibawa ke dalam aliran darah ke seluruh tubuh ke organ lain juga. Produk sampingan (by-products) rokok seringkali ditemukan pada mukosa serviks dari para wanita perokok.
Infeksi HIV: HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS- tidak sama dengan HPV. Ini dapat juga menjadi faktor resiko kanker serviks. Memiliki HIV agaknya membuat sistem kekebalan tubuh seorang wanita kurang dapat memerangi baik infeksi HPV maupun kanker-kanker pada stadium awal.
Infeksi Klamidia : Ini adalah bakteri yang umum menyerang organ wanita, tersebar melalui hubungan seksual. Seorang wanita mungkin tidak tahu bahwa ia terinfeksi kecuali dilakukan tes untuk klamidia selama pemeriksaan panggul. Beberapa riset menemukan bahwa wanita yang memiliki sejarah atau infeksi saat ini berada dalam resiko kanker serviks lebih tinggi. Infeksi dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan masalah serius lainnya.
Diet : Apa yang Anda makan juga dapat berperan. Diet rendah sayuran dan buah-buahan dapat dikaitkan dengan meningkatnya resiko kanker seviks. Juga, wanita yang obes/gemuk berada pada tingkat resiko lebih tinggi.
Pil KB: Penggunaan pil KB dalam jangka panjang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks. Riset menemukan bahwa resiko kanker serviks meningkat sejalan dengan semakin lama wanita tersebut menggunakan pil kontrasepsi tersebut dan cenderung menurun pada saat pil di-stop. Anda harus membicarakan dengan dokter Anda tentang pro kontra penggunaan pil KB dalam kasus Anda. Memiliki Banyak Kehamilan: Wanita yang menjalani 3 atau lebih kehamilan utuh memiliki peningkatan resiko kanker serviks. Tidak ada yang tahu mengapa ini dapat terjadi.
Hamil pertama di usia muda: Wanita yang hamil pertama pada usia dibawah 17 tahun hampir selalu 2x lebih mungkin terkena kanker serviks di usia tuanya, daripada wanita yang menunda kehamilan hingga usia 25 tahun atau lebih tua
Penghasilan rendah: Wanita miskin berada pada tingkat resiko kanker serviks yang lebih tinggi. Ini mungkin karena mereka tidak mampu untuk memperoleh perawatan kesehatan yang memadai, seperti tes Pap Smear secara rutin.
DES (diethylstilbestrol): DES adalah obat hormon yang pernah digunakan antara tahun 1940-1971 untuk beberapa wanita yang berada dalam bahaya keguguran. Anak-anak wanita dari para wanita yang menggunakan obat ini, ketika mereka hamil berada dalam resiko terkena kanker serviks dan vagina sedikit lebih tinggi.
Riwayat Keluarga: Kanker serviks dapat berjalan dalam beberapa keluarga. Bila Ibu atau kakak perempuan Anda memiliki kanker serviks, resiko Anda terkena kanker ini bisa 2 atau 3x lipat dari orang lain yang bukan. Ini mungkin karena wanita-wanita ini kurang dapat memerangi infeksi HPV daripada wanita lain pada umumnya.
Merokok: Wanita yang merokok berada dua kali lebih mungkin mendapat kanker serviks dibandingkan mereka yang tidak. Rokok mengandung banyak zat racun/kimia yang dapat menyebabkan kanker paru. Zat-zat berbahaya ini dibawa ke dalam aliran darah ke seluruh tubuh ke organ lain juga. Produk sampingan (by-products) rokok seringkali ditemukan pada mukosa serviks dari para wanita perokok.
Infeksi HIV: HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang menyebabkan penyakit AIDS- tidak sama dengan HPV. Ini dapat juga menjadi faktor resiko kanker serviks. Memiliki HIV agaknya membuat sistem kekebalan tubuh seorang wanita kurang dapat memerangi baik infeksi HPV maupun kanker-kanker pada stadium awal.
Infeksi Klamidia : Ini adalah bakteri yang umum menyerang organ wanita, tersebar melalui hubungan seksual. Seorang wanita mungkin tidak tahu bahwa ia terinfeksi kecuali dilakukan tes untuk klamidia selama pemeriksaan panggul. Beberapa riset menemukan bahwa wanita yang memiliki sejarah atau infeksi saat ini berada dalam resiko kanker serviks lebih tinggi. Infeksi dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan masalah serius lainnya.
Diet : Apa yang Anda makan juga dapat berperan. Diet rendah sayuran dan buah-buahan dapat dikaitkan dengan meningkatnya resiko kanker seviks. Juga, wanita yang obes/gemuk berada pada tingkat resiko lebih tinggi.
Pil KB: Penggunaan pil KB dalam jangka panjang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks. Riset menemukan bahwa resiko kanker serviks meningkat sejalan dengan semakin lama wanita tersebut menggunakan pil kontrasepsi tersebut dan cenderung menurun pada saat pil di-stop. Anda harus membicarakan dengan dokter Anda tentang pro kontra penggunaan pil KB dalam kasus Anda. Memiliki Banyak Kehamilan: Wanita yang menjalani 3 atau lebih kehamilan utuh memiliki peningkatan resiko kanker serviks. Tidak ada yang tahu mengapa ini dapat terjadi.
Hamil pertama di usia muda: Wanita yang hamil pertama pada usia dibawah 17 tahun hampir selalu 2x lebih mungkin terkena kanker serviks di usia tuanya, daripada wanita yang menunda kehamilan hingga usia 25 tahun atau lebih tua
Penghasilan rendah: Wanita miskin berada pada tingkat resiko kanker serviks yang lebih tinggi. Ini mungkin karena mereka tidak mampu untuk memperoleh perawatan kesehatan yang memadai, seperti tes Pap Smear secara rutin.
DES (diethylstilbestrol): DES adalah obat hormon yang pernah digunakan antara tahun 1940-1971 untuk beberapa wanita yang berada dalam bahaya keguguran. Anak-anak wanita dari para wanita yang menggunakan obat ini, ketika mereka hamil berada dalam resiko terkena kanker serviks dan vagina sedikit lebih tinggi.
Riwayat Keluarga: Kanker serviks dapat berjalan dalam beberapa keluarga. Bila Ibu atau kakak perempuan Anda memiliki kanker serviks, resiko Anda terkena kanker ini bisa 2 atau 3x lipat dari orang lain yang bukan. Ini mungkin karena wanita-wanita ini kurang dapat memerangi infeksi HPV daripada wanita lain pada umumnya.
Endometriosis
Endometriosis merupakan sebuah kondisi kelainan yang terdapat pada lapisan
yang berfungsi melingungi rongga kehamilan (endometrium). Kondisi normal adalah
endometrium seharusnya berada pada rongga rahim, namun pada kasus
endometriosis, endemetrium tumbuh pada luar rahim. Endometriosis sering terjadi
pada organ-organ seperti indung telur, pada usus, kandung kemih dan dalam
kondisi tertentu terjadi pada seluruh daerah panggul. Endometriosis meskipun
tidak termasuk ke dalam golongan penyakit yang mematikan, namun jangan dianggap
remeh, karena dapat mengganggu kesuburan wanita serta dapat
menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Jika endometriosis ini sampai menyebar
hingga ke otak dan paru-paru, penderita yang mengidap endometriosis dapat
mengalami pengempisan paru-paru dan mengalami kejang setiap kali haid. Sakit
saat datang bulan yang tidak normal merupakan keluhan yang sering terjadi pada
penderita endometriosis. Tanda umum lainnya adalah, susahnya mendapat
keturunan. Hal ini disebabkan karena endometriosis dapat merusak struktur organ
reproduksi wanita serta mengurangi sistem kekebalan tubuh untuk menyerang
sperma yang masuk.
Endometriosis tidak digolongkan ke dalam kanker, meski jaringannya tumbuh
secara abnormal. Ketidak normalan endometriosis tidak disebabkan oleh sifat
jaringannya, tetapi disebabkan oleh letaknya yang berada di luar rahim
perempuan. Pada perempuan yang tidak sedang hamil, haid akan membuang
endometrium dan pada saat kehamilan, endometrium menjadi sebagai salah
satu bahan makananan bagi sang janin.
Endometriosis dapat menyebabkan tidak berfungsinya beberapa organ
reporoduksi wanita, biasanya dapat mengganggu dari saluran telur, indung telur
dan lainnya. Endometriosi dapat menyebabkan sulitnya proses pembuahan, sehingga
janin akan sulit terbentuk. Inilah penyebab pengidap endometriosi akan sulit
mendapatkan anak. Kemudian, jika terjadi kehamilan, maka,
terjadinya kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan) akan berpeluang besar.
Endometriosis memiliki gejala khas antara lain:
- Pada sat menstruasi,
perut akan terasa nyeri, kadang diikuti oleh kejang-kejang di otot perut
- Jika akan
duduk, sakit akan terasa pada pinggang
- Bagian
panggul akan terasa nyeri, di daerah belakang dan samping panggul
- Jika
pernah mengalami sakit maag, maka gejala endomteriosis akan mirip saat
sakit perut ketika mengalami maag
- Saat buang
air besar, terasa sakit pada daerah anus dan sekitarnya
- Ada
kecenderungan alat kelamin menebal
- Sebelum
tiba siklus haid, di dahului oleh munculnya bercak merah
- Pada saat
berhubungan, akan terasa sakit
- Pada saat
haid berlangsung, jumlah darah yang keluar berlimpah
Pengobatan
Jika endometriosis terjadi akibat adanya gangguan hormonal, maka hal ini
dapat disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan pengatur produksi hormon. Jika
endometrisosis dalam bentuk kista, penyembuhan dapat dilakukan dengan operasi
laparoskopi diikuti dengan terapi hormonal. Jika operasi berjalan dengan baik,
maka perempuan yang mengalami endometriosi ringan sebelumnya besar kemungkinan
akan kembali bisa hamil kembali, tapi ada pula beberapa kasus perempuan yang
menderita
endometriosis dapat hamil tanpa dilakukan operasi terlebih dulu, lalu
gejala endometriosisnya bisa berkurang. Jadi, jangan terlalu cemas jika anda
mengalami endomteriosis. Peluang masih terbuka lebar untuk anda dapat hamil,
selama anda bisa menerapkan pola hidup sehat, berpikiran positf dan melakukan
terapi atau pengobatan sesuai dengan petunjuk teknis dari dokter anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar